Saturday, February 28, 2009

Median Filtering

Ada dua cara yang dilakukan dalam peningkatan kualitas citra. Pertama adalah dengan point processing, dan kedua adalah mask processing. Jika pada point processing dilakukan operasi terhadap masing-masing piksel, maka pada mask processing dilakukan operasi terhadap suatu jendela ketetanggaan pada citra. Selanjutnya diterapkan (melakukan konvolusi) suatu mask terhadap jendela tersebut.
Salah satu penerapan mask processing adalah median filtering. Median Filtering merupakan salah satu teknik peningkatan kualitas citra dalam domain spasial. Metode ini termasuk dalam kategori non linear filtering. Cara kerjanya hampir sama dengan mean filtering. Pada mean filtering dalam setiap piksel output diatur ke tingkat rata-rata dari nilai-nilai piksel dalam mask yang ditentukan. Namun, dengan median filtering, nilai piksel output ditentukan oleh median dari lingkungan mask yang ditentukan.

Median dicari dengan melakukan pengurutan terhadap nilai piksel dari mask yang sudah ditentukan, kemudian dicari nilai tengahnya. Cara kerjanya dapat dijelaskan sebagai berikut:


Dengan menggunakan citra diatas, diambil 3x3 mask filtering. Nilai masing-masing piksel yang bertetanggaan setelah diurutkan adalah sebagai berikut:
115, 119, 120, 123, 124, 125, 126, 127, 150

Hasil pengurutan tersebut mendapatkan nilai median 124. Nilai median ini digunakan untuk menggantikan nilai pusat mask, sehingga nilai 150 akan diganti dengan 124. Berikut hasil perbandingan beberapa proses median filtering dengan menggunakan noise salt and pepper dengan konstanta 0.1 0.2 0.3 0.4 dan 0.5 dengan menggunakan mask 3x3 dan 9x9.